Memoji Baru dari Xiaomi

Sudah dari lama kami berdebat hebat tentang peniru di ruang ponsel cerdas. Sekarang karena smartphone ( ponsel cerdas ) adalah kategori produk yang penting, dan pasarnya telah ada selama lebih dari satu dekade serta semua tuntutan hukum telah diselesaikan. Tidak semua relevan dengan apa yang dimulai atau yang merupakan pinjaman untuk tren ini atau itu. (Kecuali Anda masih dalam debat yang baik.)

Tetapi Xiaomi yang pernah menjadi peniru Apple, yang salah satu pendirinya mengenakan turtleneck hitam yang terinspirasi Steve Jobs, ingin mengingatkan Anda bahwa tidak takut untuk terus menyalin. Kali ini, perusahaan itu mengkloning Memo kartun Apple dengan Xiaomi Mimoji. Seperti yang dicatat oleh Engadget versi bahasa Mandarin, Xiaomi memperkenalkan avatar kerajinan buatan augmented yang banyak meniru dari gaya seni yang digunakan untuk Memoji, hingga ekspresi wajah dan palet warna.

Fitur ini merupakan bagian dari rangkaian emoticon Xiaomi terbaru, yang juga memakai augmented reality agar mencerminkan ekspresi wajah pemakai telephone pintar ke hewan antropomorfik. Tetapi sampai dengan telephone pintar Xiaomi yang paling terbaru, Mimoji tidak mengandung tekhnologi avatar manusia yang memiliki kemiripan dan yang paling terkait dengan Memoji Apple. Sekarang nama Mimoji, sebelumnya nama hanya untuk fitur yang hanya terdapat dalam file aplikasi Android-nya, menjadi pusat perhatian dan menarik banyak perhatian karena berbagai alasan.

Sekarang, Apple tidak memiliki konsep avatar virtual. Bahkan tidak memiliki merek dagang untuk Memoji. Jadi tidak adil jika menganggap bahwa Xiaomi menginjak seluruh kekayaan intelektual pembuat iPhone, konsep di balik pemakaian frase memoji ada sebelum Apple memperkenalkannya ke iMessage musim panas lalu. Selain itu, Samsung mengalahkan kedua perusahaan tersebut menjadi avatar AR kartun. Konon, kemiripan antara implementasi Xiaomi dan Apple tidak biasa, dan tidak jelas siapa yang coba dibodohi oleh perwakilan humasnya ketika mengancam tindakan hukum terhadap poster forum di China yang telah memperhatikan kesamaan itu. Apa pun itu, ingatlah dibalik itu pastilah ada yang  mengatur tentang suatu merk,dan pembajakan, dan di sekitar fitur software seperti ini umumnya terdapat sedikit masalah atau bug yang masih terdapat di aplikasi ini, dan sepertinya tidak satu pun dari perusahaan besar ini akan menuntut perusahaan lain atas sesuatu yang kecil ini. (Juga akan menjadi sebuah kendala bagi Apple untuk menuntut perusahaan seperti Xiaomi mengingat tidak ada kehadiran fisik di AS.) Tetapi Xiaomi tidak bisa menjadi raksasa Android dengan membangun sendiri setiap inovasi perangkat keras juga perangkat lunak, dan Mimoji adalah contoh bagus dari tiruan yang tidak terlalu halus yang masih terjadi di ruang smartphone.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *